Tampilkan postingan dengan label Syirik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syirik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Maret 2019

7 Sebab Dosa Syirik adalah Dosa Besar Paling Besar

tujuh sebab dosa syirik adalah dosa besar paling besar

Kenapa dosa perbuatan Syirik menjadi dosa yang paling besar? Dan kenapa pula dosa Syirik atau menyekutukan Allah menjadi dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebelum pelakunya benar-benar bertobat dan tidak akan mengulanginya lagi?

Mari kita sebelumnya memahami arti kata Syirik dari bahasa Al-Syirku yang bermakna menjadikan sekutu, maksudnya adalah menjadikan seseorang sekutu bagi selainnya.  Definisi lainnya adalah menjadikan sekutu atau tandingan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Rububiyah,dalam ibadah atau penetapan nama maupun sifat dan adapula yang mendefinisikan menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan bagi Allah. Maksudnya dalam rububiyah, uluhiyah, atau asma’ wa shifat






Gambaran lainya adalah seseorang yang berdoa atau memohon sesuatu kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala tapi juga memohon kepada selain-Nya, misalnya benda pusaka, benda mati dan lain sebagainya atau sesorang yang melakukan ibadah kepada Allah tapi juga kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta'ala seperti bernadzar, rasa takut, berharap dan juga mencintai.

Nah! seperti definisi yang disebutkan diatas serta bahwa dosa Syirik menjadi dosa yang paling besar dan tidak akan diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, berikut ini penyebabnya :

Satu,
karena syirik adalah menyamakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai sang Khalik dengan seseorang (makhlukNya) yang demikian itu merupakan sebuah kezaliman yang sangat besar karena menempatkan sesuatu pada selain tempatnya, seperti Firmal Allah dalam QS Luqman 13:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”

Dzalim adalah sama halnya dengan meletakkan sesuatu yang bukan pada tempatnya. Seseorang yang beribadah kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta'ala berati telah meletakkan ibadah bukan pada tempatnya dan memberikannya kepada orang atau sesuatu yang tidak berhak menerimanya, ini merupakan sebuak bentuk kezaliman paling besar.

Dosa besar yang tidak diampuni Allah





Berbuat Syirik berarti juga sudah mengkhianati dan berbuat kurang ajar terhadap terhadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bagaimana tidak? Allah yang Maha Pencipta semua makhluk, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan serta Maha Kuasa atas Segala sesuatu. Sesorang yang berbuat Syirik atau Musyrik menyamakan dengan seseorang atau sesuatu yang tidak memiliki kekuasaan apapun dengan Dzat yang segala sesuatu urusan berada di tangan-Nya.
Adakah sebuah kezaliman yang lebih besar dari perbuatan syirik?
Dua,
Allah telah berfirman bahwa syirik adalah dosa yang paling besar karena dosanya tidak akan diampuni Allah Subhanahu Wa Ta'ala sampai orang yang berbuat dosa tersebut benar-benar bertaubat, Firman Allah dalam QS An Nisa 48:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

facebok wall taubat dan istighfar




Tiga,
Allah telah mengabarkan bahwa Dia mengharamkan surga bagi seseorang musyrik sehingga ia akan kekal berada di neraka jahanam selama-lamanya, Firman Allah dalam QS Al Maidah 72:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”

Empat,
perbuatan syirik tidak hanya berbuah dosa namun juga akan menghapuskan seluruh amal kebaikan yang telah dikerjakan pelakunya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam QS Al Zumar 65:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”

Dan pada Firman Allah dalam QS Al An'am 88 yang artinya:
"Dan kalau mereka berbuat syirik pasti terhapus apa saja yang telah mereka kerjakan."

Lima,
Seorang musyrik telah halal darah dan hartanya, maksudnya adalah karena sebab kesyirikanya itu maka darahnya halal ditumpahkan dan hartanya disita (dalam situasi perang), Firman Allah dlam QS At Taubah 5:

فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ ۚ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.”

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

"Aku perintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan Laa ilaaha Illallah apabila mereka mengucapkannya terlindungi olehku darah dan harta mereka kecuali dengan haknya."
(HR Al Bukhari dan Muslim)

Enam,
syirik menyandang predikat dosa besar yang paling besar, sesuai dengan Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan jelas dan tegas:

قال صلى الله عليه وسلم: ((ألا أنبئكم بأكبر الكبائر؟)) قلنا: بلى يا رسول الله، قال: ((الإشراك بالله وعقوق الوالدين))

“Maukah kalian kuberitahukan apa dosa yang terbesar?”, Para Sahabat menjawab: Tentunya wahai Rasulullah, maka beliau berkata: “Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orangtua”. (HR Bukhari)





Tujuh,
syirik adalah bentuk dari mengurangi dan menganggap cacat kepada Kesucian Allah, secara tidak langsung ini merupakan bentuk penentangan terhadap Allah, dimana Allah telah tetapkan kesucian dan kesempurnaan atas dirinya

Syaikh Al Sa'di menjelaskan hakikat syirik berati menyembah makhluk sebagaimana menyembah Allah Subhanahu Wa Ta'ala, mengagungkan makhluk sebagaimana mengagungkan Allah dan memberikan bagian ibadah yang menjadi kekhususan rububiyah dan uluhiyah Allah kepada makhluk tadi (Tafsir Al Kariim Al Rahmaan 2/499) Sehingga sangatlah pantas syirik menempati dosa besar yang paling besar

Apakah kita sudah selamat dari perbuatan syirik Asghor/kecil?

Ketika kita merasa tidak ikhlas dan ridha menerima ketetetapan Allah yang kadang-kadang sesuatu yang mengecewakan, menyedihkan, putus asa, membuat marah dan lain sebagainya, tidak mampu berpikiran baik kepada Allah dalam menghadapi keadaan seperti apapun, yang demikian ini termasuk perbuatan syirik asghor (kecil)

Demikianlah tujuh alasan atau penyebab dosa syirik adalah dosa yang paling besar, semoga menjadi manfaat bagi kita semuanya.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala meneguhkan hati kita diatas ketauhidan dan menerima amal saleh kita tanpa ada yang terhapus sedikitpun dan semoga Allah melindungi kita dari kesyirikan yang kita sadari dan mengampuni kita dari dosa syirik yang tidak kita mengetahuinya. Wallahu A'lam


Credit:
Ust. Badrul Taman
Syaikh Ali Muhammad Salman Al ‘Ubaidi
alukah.net/sharia/0/70879/

Rabu, 13 Juli 2016

Perbuatan Syirik Tapi Sering Kita Ucapkan

Perbuatan syirik tapi sering kita ucapkan


Sebagai seorang muslim mungkin kita semua tahu dosa terbesar seorang manusia yang mungkin tidak akan diampuni oleh Allah, yaitu Syirik atau menyekutukan Allah. Tapi kita tidak banyak tahu perbuatan atau perkataan yang sangat sepele dan tanpa kita sadari bahkan sangat sering kita ucapkan sendiri maupun mendengar dari kebanyakan orang, dan itu juga termasuk syirik.

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni dosa yang berada di bawah syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
QS. An Nisa Ayat 116
Lalu apa sajakah perbuatan syirik yang sering kita ucapkan?

Mencela makhluk yang tidak bisa berbuat apa-apa

" Aduh sialan, mau kencan malah hujan deras, kacau nih acara..."
" Awas, jangan mengadakan hajatan pada bulan Suro!"
Perkataan diatas sepertinya lazim dan sangat sering kita dengar, padahal ucapan tersebut termasuk dosa Syirik. Sangat mudah sekali lidah mengucapkan hal-hal yang buruk yang tanpa kita sendiri sadari. Berkata, mencaci seperti diatas pada dasarnya telah mengganggu dan lebih parah lagi menyakiti yang telah menciptakan dan mengaturnya yaitu Allah.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Allah Ta’ala berfirman:
"Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti."
(HR. Bukhari dan Muslim) Sumber: rumaysho.com

Bersumpah dengan nama selain Allah

"Demi ayah dan ibuku, kamu tidak akan bisa lulus ujian".
"Demi roh penghuni makam ini, kamu jangan sesekali meludah disamping pagar makam ini"
Perkataan atau sumpah semacam ini juga sudah sangat lazim kita dengar, bersumpah dengan dengan menyebut nama selain Allah diharamkan dan termasuk Syirik, karena perkataan tersebut berarti dalam hati dan lisan yang mengucapkannya telah mengagungkan selain Allah. Perkataan seperti ini sangat berat ancamanya bahkan bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya:
”Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kekafiran atau kesyirikan.”
(HR. Tirmidzi dan Hakim dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jaami’)
Sumber: rumaysho.com

Menyandarkan nikmat kepada selain Allah

"Kalau bukan karena ayahku, mana mungkin aku bisa mempunyai rumah semewah ini!"
Perkataan Syirik seperti ini juga sangat mudah diucapkan manusia, karena perkataan tersebut mengandung kekufuran kepada Allah, mengandung pengingkaran atas nikmat yang telah Allah karuniakan.

Baca juga: Celaka! Sungguh celaka



Marilah kita semua mulai saat ini lebih berhati-hati dalam menjaga lisan dan perkataan kita, selalu berdoa agar kita semua dihindarkan dari perbuatan syirik. Semoga tulisan singkat ini bisa menambah wawasan kita untuk selalu terus meperbaiki diri.

UAS Kapita Selekta SI/TI

Nama : Ahmad Zainal Muttaqin Kelas/Semester : B/6 Nim : 4117008 Prodi : Kapita Selekta SI/TI Fakultas : SAINTEK SOAL 1.       Cer...